Kamis, 29 Oktober 2015

Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Anak Indonesia Satu (LSM-BAIS): LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

LSM BAIS KBB Melaksanakan WAWASAN PANCASILA dan WAWASAN NUSANTARA
 
BAIS ... BERSATULAH !!!! 
BAIS ... MEMBUMI !!!!
NKRI.... HARGA MATI !!!!
Itulan semboyan atau kata2 yang sering kami lakukan didalam LSM BAIS, diucap dengan semangat sebagai kecintaan kami pada Lembaga ini dan Negeri tercina NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
Untuk menanamkan rasa Nasionalisme para anggota, maka LSM BAIS KBB Alhamdulillah telah melaksanakan Wawasan Pancasila yang dilaksanakan di bumi perkemahan Tangsi Jaya Desa Gununghalu Kabupaten Bandung Barat. Dihadiri oleh Pengurus Pusat LSM BAIS dari Garut antara lain Bpk. Asep Imam Susanto, Sekjen LSM BAIS Bpk. Zaenal dan Penasehat Bpk Mahmud Bahtiar, serta ikut hadir pula Penasehat LSM BAIS KBB Bpk Dedi Junaedi (TNI AD).

Falsafah pancasila

Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nusantara. Nilai-nilai tersebut adalah:
  1. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
  2. Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
  3. Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

Para Anggota LSM BAIS KBB Mengikuti Wawasan Pancasila dengan mengisi 100 Soal

Fungsi


  1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
  2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
  3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
  4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga.Batasan dan tantangan negara Republik Indonesia adalah:
  1. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi berdasarkan garis pasang surut (low water line), tetapi pada sistem penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik - titik ujung yang terluar dari pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah RI.
  2. Penentuan wilayah lebar laut dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut.
  3. Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sebagai rezim Hukum Internasional, di mana batasan nusantara 200 mil yang diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia. Dengan adanya Deklarasi Juanda, secara yuridis formal, Indonesia menjadi utuh dan tidak terpecah lagi.
Tampak Ketua DPP LSM BAIS Bpk.Asep Imam Susanto (Ketiga dari kiri) dan Sekjen Bpk. Zaenal ( Kedua dari Kanan) Sedang bercengkrama disela acara Wawasan Pancasila di Bumi Perkemahan tangsi Jaya

Tujuan

Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu:
  1. Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial".
  2. Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.

      Post By: JS Riyadi (Anggota LSM BAIS KBB)

    Referensi

    1. ^ Situmorang, Frederick (29 January 2013). "‘Wawasan nusantara’ vs UNCLOS". Jakarta Post (Jakarta). Diakses tanggal 30 September 2015.
    2. ^ a b Suradinata,Ermaya. (2005). Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI.. Jakarta: Suara Bebas. Hal 12-14.
    3. ^ a b c d e f Sunardi, R.M. (2004). Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta:Kuaternita Adidarma. ISBN 979-98241-0-9,9789799824103.Hal 179-180.
    4. ^ a b c d Alfandi, Widoyo. (2002). Reformasi Indonesia: Bahasan dari Sudut Pandang Geografi Politik dan Geopolitik. Yogyakarta:Gadjah Mada University. ISBN 979-420-516-8, 9789794205167.
    5. ^ Hidayat, I. Mardiyono, Hidayat I.(1983). Geopolitik, Teori dan Strategi Politik dalam Hubungannya dengan Manusia, Ruang dan Sumber Daya Alam. Surabaya:Usaha Nasional.Hal 85-86.
    6. ^ a b c Sumarsono, S, et.al. (2001). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal 12-17.

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

 APA ITU LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) ???
 

Lembaga swadaya masyarakat (disingkat LSM) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya.
Organisasi ini dalam terjemahan harfiahnya dari Bahasa Inggris dikenal juga sebagai Organisasi non pemerintah (disingkat ornop atau ONP (Bahasa Inggris: non-governmental organization; NGO).
Organisasi tersebut bukan menjadi bagian dari pemerintah, birokrasi ataupun negara. Maka secara garis besar organisasi non pemerintah dapat di lihat dengan ciri sbb :
1. Organisasi ini bukan bagian dari pemerintah, birokrasi ataupun negara
2. Dalam melakukan kegiatan tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan (nirlaba)
3. Kegiatan dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum, tidak hanya untuk kepentingan para anggota seperti yang di lakukan koperasi ataupun organisasi profesi
(wikipedia)
LALU APA SEBENARNYA  LSM ITU ???

Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Governmental Organization) NGOs merupakan organisasi yang bertujuan untuk mengembangkan pembangunan di tingkat Grassroots (akar rumput) masyarakat miskin, biasanya melalui penciptaan dan dukungan terhadap kelompok-kelompok swadaya local. Biasanya jumlah anggota kelompok ini berkisar diantara 20-50 anggota. Sasaran LSM adalah menjadikan kelompok-kelompok ini berswadaya setelah proyeknya berakhir.
Ralston mencatat bahwa LSM dapat memainkan peran dalam mendukung kelompok swadaya masyarakat yaitu:
1. Mengidentifikasi kebutuhan kelompok local dan taktik-taktik untuk memenuhi kebutuhan ini.
2. Melakukan mobilisasi dan agitasi untuk usaha aktif mengejar kebutuhan-kebutuhan yang telah diidentifkasi tersebut
3. Merumuskan kegiatan jangka panjang untuk mengejar sasaran-sasaran pembangunan lebih umum
4. Menghasilkan dan memobilisasi sumberdaya local atau eksternal untuk kegiatan pembangunan
5. Pengaturan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini
Untuk mewujudkan peran-peran ini, keberadaan pekerja lapangan atau tenaga lapangan menjadi sangat penting. Melalu mereka LSM akan melakukan supervise yang sinambung kepada kelompok-kelompok sasaran. Pekerja lapangan merupakan wakil LSM di lokasi binaan, sehingga tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pekerja lapangan merupakan penentu keberhasilan proyek LSM.
LSM memiliki keunggulan dibandingkan jenis organisasi lain. Goran Hayden menggambarkan keunggulan tersebut sebagai berikut :
1. LSM dekat dengan kaum miskin dan punya organisasi terbuka yang memudahkan informasi keatas
2. LSM mempunyai staff yang bermotivasi tinggi
3. LSM mempunyai efektifitas biaya serta bebas dari korupsi
4. LSM cukup kecil, terdesentralisasi, luwes dan mapan menerima feedback dari proyek yang dipromosikan
5. LSM lebih mampu mendorong penggunaan jasa-jasa pemerintah yang lebih baik

Tulisan ini diilhami dari tulisan Yth Ibu Dra. Mazdalifah MSi yang berjudul Sosok, Perkembangan dan Kondisinya saat ini

Salam : JS RIYADI ( Anggota LSM BAIS)